Selasa, 24 September 2013

Perang Pemikiran (Ghazwul Fikri)


Perang Pemikiran
(Ghazwul Fikri)

Sampai detik ini masih teringat nasihat Ustadz Hari Moekti | "kaum yang tak senang pada Islam merusak ummat dengan 3F: Food, Fun, Fashion". Kaum munafik pahami bahwa perang fisik takkan mereka menangkan | maka mereka mulai perang pemikiran (ghazwul fikri) sebagai ganti. Dan target empuk ghazwul fikri ini adalah pemuda Muslim | yang cenderung masih mudah diarahkan dan diwarnai; remaja.
Berbicara remaja maka tentu paling mudah dengan 3F tadi | Food-Fun-Fashion | Makanan-Hiburan-Pakaian.
  1.  Lewat Food ghazwul fikri membuat Muslim tidak aware dengan konsep halal | sekaligus membanjiri produk haram bagi Muslim. 
  2.  Lewat Fun ghazwul fikri melalaikan Muslim untuk peduli pada "masalah penting ummat" | lewat music, movie, love, pacaran, bola dll. 
  3.  Lewat Fashion ghazwul fikri menuntun pikir remaja | bahwa pakaian itu aktualisasi diri dan gaya hidup | bukan penutup aurat.
Semua serangan pemikiran ini tujuannya satu | agar Muslim menjauh dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sumber kekuatan | hingga mereka lemah.
Ketika Muslim jauh dari Al-Qur'an dan As-Sunnah | maka Allah bukan lagi sumber kebahagiaan bagi mereka. Bila Allah bukan lagi sumber kebahagiaan lalu apa gantinya? | materi, itulah sumber kebahagiaan baru yang ditawarkan kaum munafik.
  • Saat kenikmatan makanan lebih diutamakan dari halal dan haram | saat itulah materi menjadi sumber kebahagiaan. 
  •  Saat alis disulam, operasi wajah, dan segala ketentuan Allah diubah demi jempol dari manusia | saat itu materi menggantikan Allah. 
  •  Saat hijab syar'i dikira kuno karena tak menarik | dan Muslimah berlomba berpakaian untuk menarik perhatian | ghazwul fikri sukses.
Segala sesuatu mulai dinilai dari penampakan:
1.      Sukses itu uang, mobil, rumah, wajah, ijazah | ghazwul fikri berhasil.
2.      Idola bukan lagi Rasulullah namun artis penyanyi panggung
3.      Peraduan bukan lagi masjid namun arena konser atau stadion.

Hasilnya lebih dari yang diharapkan kaum munafik | bukan hanya mengambil paham liberal barat | ada pula Muslim yang jadi pembelanya.
Paham materialisme yang mendewakan lahiriah, fisik dan dunia | lahirkan sekularisme, liberalisme, demokrasi, nasionalisme dll.

Khusus bagi Muslimah mereka bermain dalam ranah pemikiran turunan langsung liberalisme | yaitu feminisme (genderisme). By the way, kenapa Muslimah jadi mangsa pasar utama liberalis? | karena rusaknya Muslimah bakal mengajak 2 yang lainnya yt anak dan suaminya.

Lewat media para liberalis mendikte Muslimah | bagaimana seharusnya mereka berperilaku, berpakaian, menampilkan diri. Liberalis meredefinisi cantik bagi Muslimah | yaitu badan seksi, pakaian minim, otak kosong tak mengapa, agama minus bukan masalah.
  • Bagaimana cantik versi Rasul dan shahabiyah? | jangan tanya lagi, Muslimah korban ghazwul fikri sudah antipati mendengarnya. 
  •  Bagaimana dengan fungsi "ibu dan pengelola rumah tangga"? | jangan tanya, ghazwul fikri sukses membentuk wanita sukses itu karir.
Bila dulu katanya lelaki menjajah wanita | sekarang juga sama, hanya lelaki gunakan food, fun, fashion jadi alat menjajah. Lihat berapa besar usaha wanita agar terlihat "seksi" | beli pelangsing, sedot lemak, operasi, steroid?. Apakah semua itu dilakukan untuk dirinya? tidak | wanita melakukan itu agar mendapat perhatian dari lelaki, diakui atau tidak. Bila lelaki yang dicari perhatiannya adalah suami, duhai manisnya! | namun perhatian yang dicari justru lelaki-lelaki siapapun!
Khususnya bagi Muslimah | cantikmu karena syahadat dan indahmu karena taat | bukan penilaian manusia dari lahir dan fisikmu. Bertakwalah pada Allah mohon pertolongan Allah | semoga kita bisa melalui setiap perang pemikiran yang ditujukan pada kita,  dan semoga kita tidak terpengaruh, justru slalu berkeinginan mengetahui Islam lebih dalam | mempelajari dan mengamalkannya.
Aamiin...

1 komentar: